Terlalu Nyinyir, Pengacara PDIP Dimarahi Hakim MK

aswanto


JAKARTA - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dibuat kesal dan emosi oleh ulah pengacara PDI-P yang kebanyakan tingkah di dalam ruang sidang.

Hakim Aswanto menegur pengacara PDIP, Harlimun, dalam sidang gugatan hasil Pileg 2019 yang diajukan PKS di Dapil Gorontalo I. Dalam sidang ini PDIP menjadi pihak terkait. Teguran diberikan lantaran Harlimun menyampaikan hal yang menurut hakim tidak penting dan tak mempengaruhi gugatan.

Teguran itu bermula saat hakim Aswanto tengah mengesahkan alat bukti yang diajukan PDIP dalam menjawab gugatan PKS. Tiba-tiba, Harlimun meminta hakim menyebut PDIP dengan PDI Perjuangan.

"Untuk pihak terkait perkara 03 PDIP DPRD Kota Dapil Gorontalo 1, PT-1 sampai dengan PT-10, itu untuk terkait PDIP. Betul ya?" tanya Aswanto di ruang sidang MK, Jakarta, Rabu (17/07/2019).

"Ya, benar Yang Mulia. Cuma saya mohon penyebutan PDIP sebaiknya disebut PDI Perjuangan Yang Mulia, mohon izin," jawab Harlimun.

Aswanto kemudian meminta agar Harlimun tidak berlebihan terkait hal seperti itu. Tetapi Harlimun tetap ngotot meminta hakim agar menyebut PDIP dengan PDI Perjuangan.

"Karena perjuangannya berdarah-darah," Harlimun beralasan.

Selanjutnya Aswanti meminta Harlimun agar tidak banyak mempersoalkan hal kecil. Sebab yang dipersoalkan Harlimun, tidak substantif terkait isi gugatan.

"Jangan terlalu cerewet lah. Kami juga bisa, Anda dari kemarin bisa meledakkan telinga kalau bicara, kami juga bisa protes itu. Enggak usah terlalu banyak protes lah. Kecuali salah gitu ya, ini enggak salah kok," tegas Aswanto.


via kumparan