Demi Pindah Ibukota, Sri Mulyani Usulkan Untuk Jual Aset Negara

sri mulyani


JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan usul tiga jalur pendanaan ibu kota baru yang bisa dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

Tiga jalur tersebut ialah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), belanja kementerian dan lembaga, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Opsi pemindahtanganan BMN sendiri dapat dilakukan melalui penjualan aset negara, hibah, tukar menukar aset, dan penyertaan modal.

Sri Mulyani menuturkan penjualan dapat dilakukan ke pihak lain melalui lelang sehingga uang diperoleh untuk kas negara.

"Penjualan ini biasanya kepada pihak lain melalui lelang dan uangnya masuk ke kas negara. Ini tujuannya tentu, pemerintah terlalu berat memiliki barang milik negara yang membutuhkan maintenance dan mengoptimalisasi value BMN tersebut," kata dia, Rabu (25/09).

Rencananya, proses pembangunan infrastruktur di ibu kota baru bisa dilakukan mulai 2020 hingga 2024 mendatang. Sehingga, ibu kota sudah perlahan dipindahkan mulai 2024 mendatang.

Sementara itu, anggaran ibu kota baru rencananya sebesar Rp466 triliun yang terdiri dari APBN sebesar Rp89,4 triliun atau 19,2 persen, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp253,4 triliun atau 54,4 persen, dan swasta sebesar Rp123,2 triliun atau 26,4 persen.


via cnn