Aceh Journal Pasific

Headline

Politik

Opini

Tuesday, 17 March 2020

Usai Penangkapannya Viral, Perekam Video 49 TKA China di Kendari Dilepas Polisi

la ode


KENDARI - Perekam video viral kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Harjono (39 tahun), dilepas oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sang perekam, Harjono adalah warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra.

"Dia sudah dilepas, sudah dipulangkan juga, kemarin," jelas Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek, saat dihubungi kendarinesia, Selasa pagi (17/03/2020).

Menurut La Ode, Harjono hanya dikenakan wajib lapor di Polda Sultra sebagai bentuk kontrol dari kepolisian.

"Yang jelas sudah dipulangkan, hanya wajib lapor saja," ujarnya.

La Ode menyebutkan, alasan Polda melepas Harjono karena selama proses pemeriksaan tak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam perekaman video tersebut.

"Kemarin itu kan tahapan pemeriksaan, setelah pemeriksaan, dipelajari motifnya, di situ kan tidak ada unsur kesengajaan, nah setelah itu kemudian di kembalikan oleh keluarganya," pungkasnya.

Monday, 16 March 2020

49 Warga Tiongkok yang Masuk ke Sultra Ternyata Orang Baru, Bukan Pekerja Lama

Sofyan


KENDARI - Teka-teki terkait kebenaran status 49 orang warga negara (WN) Tiongkok yang masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (15/03) malam akhirnya terjawab.

Mereka ternyata adalah orang Tiongkok yang baru masuk ke Indonesia, bukan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang telah lama bekerja yang melakukan perpanjangan visa dan izin bekerja di Jakarta, berdasarkan keterangan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam semalam.

“Orang baru dari China, provinsi Henan, bukan habis dari Jakarta memperpanjang visa atau izin kerja,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sulawesi Tenggara, Sofyan saat jumpa wartawan Senin (16/03/2020) petang.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan pernyataan Kapolda Sultra yang mengatakan para WN itu merupakan TKA lama yang pergi ke Jakarta untuk memperpanjang visa dan izin kerja.

“Kantor Imigrasi membenarkan bahwa pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 20.00 Wita sebanyak 49 Warga Negara Tiongkok datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696,” bebernya.

Masih menurut Sofyan, para WN Tiongkok itu masuk ke Indonesia melalui Bangkok, Thailand.

“Bahwa benar Warga Negara Tiongkok tersebut keluar dari Thailand pada tanggal 15 Maret 2020 berdasarkan cap tanda keluar Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor. Bahwa benar pada tanggal 15 Maret 2020 Warga Negara Tiongkok tersebut mendarat di Bandara Soekarno Hatta,” pungkasnya.

Friday, 13 March 2020

Jokowi Puji Kinerja Anies soal Penanganan Virus Corona Di Jakarta

Jokowi Anies


JAKARTA - Jokowi memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (pemda) yang telah melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona (covid-19).

Ia menyebut sejumlah pemda yang mampu mengedukasi dan memberikan penjelasan dengan baik, di antaranya Pemprov DKI Jakarta yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Anies Baswedan, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo, hingga Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa.

"Saya ingin memberikan juga apresiasi terhadap daerah daerah yang mampu mengedukasi masyarakat, memberikan penjelasan yang baik, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Jokowi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/03/2020).

Jokowi juga menghargai kerja sama kementerian dan lembaga dalam menangani penyebaran virus yang bersumber dari Wuhan, China itu. Ia menekankan pentingnya membuat masyarakat tetap tenang di tengah wabah corona.

"Yang paling penting saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh kita, melalui olahraga yang baik dan rutin, melalui makanan yang kita makan, makanan bergizi, kemudian jangan sampai stres karena itu ganggu imunitas tubuh," ujar Jokowi.

Rahasiakan Informasi Soal Kasus Corona, Jokowi : Biar Masyarakat Tidak Panik


Jokowi



JAKARTA - Jokowi akhirnya mengakui pihaknya sengaja merahasiakan sejumlah informasi terkait penanganan virus corona ( Covid-19).  Jokowi mengklaim, tidak semua informasi memang bisa disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan kepanikan.

"Saya sampaikan penanganan pandemi Covid-19 terus menjadi perhatian kita. Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Meski begitu, Jokowi menegaskan, pemerintah tanpa henti mengupayakan kesiapan dan ketangguhan dalam hadapi pandemi ini. Langkah-langkah serius, menurut dia, telah diambil untuk menangani pandemi yang jumlahnya di dalam negeri sudah mencapai 34 kasus.

"Tetapi juga saya sampaikan, di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, dalam penanganan memang kita tidak bersuara," ujar dia. Salah satu hal yang tidak dibuka oleh pemerintah adalah riwayat pasien positif corona.

Jokowi menegaskan, data itu memang tak dibuka untuk menghindari kepanikan. "Sebetulnya kita pinginnya kita sampaikan, tetapi kita juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat juga efek nantinya terhadap pasien apabila sembuh," ujarnya.


via kompas

Thursday, 12 March 2020

Efek Corona, 70% Kamar Hotel Di Jakarta Tak Ada Penghuni

hariyadi


JAKARTA - Dampak virus Corona (Covid-19) benar-benar membuat bisnis hotel dan restoran lesu. Sepinya hotel kini sudah melanda kawasan ibukota DKI Jakarta.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi P. Sukamdani, menyatakan, tingkat okupansi hotel di Jakarta hanya 30%. Artinya, 70% kamar hotel tak terisi alias kosong melompong.

"Dampak ekonomi ini yang kita tak pernah lihat akan sampai mana. Di sektor hotel dan restoran, sudah mulai terasa sekali dampaknya. Hari ini di Jakarta itu okupansi sudah sekitar 30%. Jadi ini sudah suatu hal yang serius," ungkapnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (12/03/2020).

Dia menyebut, kondisi tersebut sudah tidak ideal bagi berlangsungnya operasional hotel. Karenanya, dampak selanjutnya bisa berujung pada sejumlah langkah efisiensi.

"Kalau okupansi rata-rata sudah turun jadi 30%, pasti akan mengalami nomor satu terpaksa karyawan harus digilir. Mungkin PHK belum, tapi kerjanya digilir. Kenapa begitu, karena perusahaan harus menghitung risikonya. Mengatur karyawan, gajinya tidak menerima secara full," tandasnya.

Jika sudah demikian, efek selanjutnya tidak hanya ada pada sektor hotel dan restoran saja. Dikatakan, efisiensi itu bisa merembet pada lesunya sektor usaha lain.

"Artinya pendapatan masyarakat juga akan turun. Dan itu juga diikuti sektor yang lain. Kalau semua mengalami kondisi seperti ini pasti timbul masalah baru. Ekonomi berhenti. Ini sudah terjadi di Wuhan, sudah terjadi di Italia," pungkasnya.

Friday, 6 March 2020

Takut Virus Corona, Restoran China Di Australia Bangkrut Karena Tak Ada Pembeli



CANBERRA - Ketakutan warga Australia terhadap penyebaran virus Corona telah memakan korban. Sejumlah restoran terkenal yang menyajikan makanan khas China kini telah dinyatakan bangkrut.

Restoran 'Parramatta Phoenix Chinese' di Sydney misalnya, awal pekan ini menyatakan diri pailit, karena terus kehilangan pelanggan sejak virus mulai menyebar Januari lalu.

Restoran yang terkenal dengan sajian 'yum cha' ini memiliki sejumlah cabang dan yang dinyatakan pailit adalah yang terletak di Sydney barat.

Meski demikian, suasana 'Chinatown' di Sydney dan kota lainnya, termasuk di Melbourne, tampak sangat sepi dibandingkan saat normal.

Parramatta Phoenix bukan restoran China pertama yang tutup akibat kehilangan pelanggan.

Laporan dari news.com.au menyebutkan, pemilik restoran ini juga menutup restoran lain miliknya, 'Mister Dee's Kitchen', dengan alasan yang sama.

Pada Februari lalu, restoran 'Shark Fin House' di Melbourne berhenti beroperasi karena kehilangan pelanggan.

Menurut penjelasan pemiliknya Gabriel Chan kepada media The Age, pihaknya kehilangan sekitar 80 persen pelanggan sehingga harus memberhentikan lebih dari 50 pegawainya.

Kawasan Chinatown di Kota Sydney sepi dalam beberapa minggu terakhir akibat kekhawatiran pada penyebaran Virus Corona.

Perkembangan terbaru terkait virus corona di Australia menunjukkan kini virus itu sudah menyebar ke sekolah.

Sekolah 'Epping Boys High School' hari Jumat (06/03/2020) meliburkan diri setelah seorang siswa berusia 16 tahun dinyatakan positif terinfeksi virus.

Siswa itu kini menjalani perawatan, sementara pihak berwenang masih berusaha memastikan siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan remaja ini dalam beberapa hari terakhir.

Thursday, 5 March 2020

Cegah Corona, Kim Jong Un Perintahkan Tembak Ditempat Bagi Warga Tiongkok Yang Datang


kim jong un



AcehJournalPasific.com - Korea Utara menjadi satu-satunya negara yang menggunakan cara tegas dalam mencegah penyebaran virus corona.

Informasi terbaru, otoritas Korut menerapkan metode langsung tembak di tempat bagi pendatang dari Tiongkok yang mencoba masuk ke negara Kim Jong-un itu.

Melansir Reuters, di mana otoritas Tiongkok memerintahkan warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korut demi mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.

Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.

Tiongkok dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

Warga Tiongkok di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.

"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan," kata seorang pemilik restoran di Jian yang tak mau menyebut identitasnya.

Perbatasan antara Tiongkok di Kota Jian dengan Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.

Monday, 2 March 2020

Menkes Terawan : Corona Bisa Sembuh Sendiri

Terawan


JAKARTA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa dua penduduk Depok yang positif terjangkit virus Corona, tidak menunjukkan gejala serius. Mereka kini dirawat di RS Sulianti Saroso, Jakarta. Gejalanya cuma batuk, pilek biasa dan sedikit sesak napas.

“Enggak sampai sesak banget gitu. Sekarang kondisi mereka sudah membaik, tinggal batuk aja," ujar Terawan di Istana Negara, Jakarta pada Senin, (02/03/2020).

Dengan gejala awal virus Corona yang umumnya sama dengan penyakit biasa ini, Terawan meminta semua masyarakat menjaga diri dengan meningkatkan imunitas tubuh. Semakin lemah imunitas, semakin mudah pula tertular virus. "Saya imbau dari awal agar jaga imunitas, gerakan masyarakat sehat terus digaungkan di mana-mana.”

Jika imunitas tubuh kuat, kata Menteri Terawan, virus Corona tak akan bisa masuk. “Ini penyakit yang bisa sembuh sendiri, tergantung imunitas tubuh."

Selain menjaga imunitas tubuh, Terawan juga menghimbau masyarakat yang memiliki gejala awal batuk dan pilek untuk memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. "Yang sehat menjauhi yang sakit, yang sakit menutup diri."

Menurut Terawan, pemerintah sangat optimis dalam menghadapi masuknya virus Corona. "Menkes ini kan confidence banget, yakin dengan yang dihadapi.”

Virus Corona, ujar Terawan, bukan barang yang luar biasa menakutkan. “Ini yang positif aja, cuma batuk-batuk biasa. Setelah dirawat 14 hari, kalau negatif bisa kembali lagi."

Omeli Wartawan Yang Pakai Masker, Menkes : Yang Sakit Siapa, Saya Atau Kalian ?





JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengkritik para wartawan yang menggunakan masker saat menggelar konferensi pers di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Senin (02/03/2020).

"Saya yang bingung nih yang sakit siapa, kok semua pakai masker. Itu yang sakit saya atau yang sakit kalian. Ini heboh sekali," ujar Terawan.

Terawan menyatakan, masker sebaiknya hanya digunakan oleh orang sakit. "Kalau sakit pakai masker. Kalau sehat ya enggak usah, mengurangi oksigen tubuh kita."

Dalam konferensi pers, Terawan mengatakan dua pasien yang terjangkit Virus Corona COVID-19 dalam kondisi sehat, padahal keduanya dinyatakan positif mengidap penyakit mematikan itu.

"Pasien dalam kondisi sehat. Dua-duanya sehat. Sama, enggak ada panas. batuk dikit saja," kata Terawan. "Kondisinya baik kayak kita-kita ini. Batuk sekali-kali," ujarnya.

Kedua pasien yang tinggal di daerah Depok tersebut kini tengah dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Sebelumya mereka dirujuk dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

"Dia ada di ruang isolasi. Terpisah sendiri gedungnya. RSPI Sulianti Saroso ini rumah sakit rujukan nasional," pungkasnya.War

Pakar Kesehatan AS : Memakai Masker Tidak Akan Melindungi Anda Dari Corona

corona


AcehJournalPasific.com - Merebaknya kasus Corona di Indonesia, membuat sebagian masyarakat yang panik berlomba-lomba membeli masker. Namun ternyata hal tersebut tidak akan melindungi manusia dari virus Corona, menurut Profesor spesialis pencegahan infeksi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, Amerika Serikat (AS), Eli Perencevich.

"Anda tidak hanya tidak membutuhkannya, Anda tidak boleh memakainya," kata Perencevich dilansir dari Forbes, Senin (02/03/2020).

Perencevich menegaskan, tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka.

"Mereka memakainya secara salah dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka," ujarnya.

Perencevich menjelaskan, memakai masker tidak akan menghentikan virus dari mencapai mulut atau hidung kita. Karena virus corona ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara.

"Itu berarti Anda tidak dapat menghirupnya secara acak, tetapi itu juga berarti masker bedah standar yang kamu lihat dipakai orang tidak akan membantu (agar tidak tertular)," katanya.

Karenanya, masker dibuat bukan agar Anda tidak tertular, namun untuk mencegah pemakainya tidak menyebarkan penyakit ke orang lain.

"Satu kali kamu memakai masker adalah jika Anda sakit dan Anda harus meninggalkan rumah," kata Perencevich.

Sunday, 1 March 2020

Terungkap, Ternyata 238 WNI Yang Dipulangkan Dari Wuhan Tak Dites Virus Corona

mahasiswa indonesia dari wuhan


JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah berhasil memulangkan 238 mahasiswa Indonesia dari Wuhan, China. Namun, ternyata mereka dipulangkan ke rumah masing-masing tanpa menjalani pemeriksaan virus corona. Alasannya, alat tes yang mahal.

Dialihbahasakan dari The Economist, Minggu (01/03/2020), para WNI yang telah dievakuasi dari Wuhan menjalani masa karantina di Natuna selama dua pekan. Selama itu pula mereka tidak dites virus corona.

Kementerian Kesehatan beralasan, pengujian tidak dilakukan karena harga alat pengujian yang mahal. Untuk reagen ditaksir dengan harga kisaran Rp 1 miliar.

Alasan lainnya pengujian tidak dilakukan lantaran para WNI dinilai dalam kondisi sehat. Sehingga, menurut SOP yang ada tidak perlu dilakukan pemeriksaan virus corona.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu mengatakan ada dua alasan ratusan WNI yang dikarantina di Natuna tidak diperiksa tenggorokan, salah satu langkah untuk mendeteksi virus corona di tubuh manusia. Pertama, karena biaya mahal. Biaya Rp 1 miliar hanya untuk reagen (perangkat periksa). “Orang tidak diperiksa swab karena reagen-nya mahal,” kata dia awal Februari lalu.

Alasan kedua, ratusan WNI yang dikarantina di Natuna sudah dalam kondisi sehat saat mereka pulang dari Wuhan, China. Sehingga tidak perlu periksa tenggorokan.

“Kalau ada keluhan WNI di Natuna hanya sebatas gatal atau kepala pusing, tidak demam atau sakit tenggorokan, sehingga tidak perlu periksa dengan reagen,” ujar dia.


via suara

Saturday, 29 February 2020

Ma'ruf Amin : Corona Tidak Masuk Indonesia Berkat Qunut Dan Doa Kiai

maruf amin

 

JAKARTA - Ma'ruf Amin mengklaim doa para kiai dan ulama berperan sebagai salah satu penangkal virus Corona (Covid-19) masuk ke Indonesia. Seperti diketahui, hingga kini belum ada kasus virus corona di Indonesia.

"Ini berkat doa para kiai, berkat istiqasah," kata Ma'ruf Amin saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia ke-VII di Bangka Belitung, ditulis Sabtu (29/02/2020).

Selain itu, dia menyebut, menyingkirnya virus Corona dari Indonesia lantaran banyak kiai yang membaca doa qunut. Doa qunut merupakan doa yang dibaca saat salat subuh oleh sebagian muslim.

"Banyak kiai dan ulama yang selalu membaca doa qunut dan saya juga begitu baca qunut. Makanya Corona nyingkir dari Indonesia," ujar Ma'ruf Amin.

Dia pun mengapresiasi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan semua pihak yang bekerja keras dalam menangani virus Corona masuk ke Indonesia. Padahal, sejumlah negara telah mengonfirmasi kasus Corona namun di Indonesia masih berstatus green zone.

"Supaya Indonesia tidak terpapar oleh korona ini beliau (Terawan) lah ini penjaga gawang nya. Padahal negara-negara lain hampir semuanya (terpapar virus Corona)" ucap dia.

"Mudah-mudahan terus dijaga," pungkas Ma'ruf Amin.


via liputan6

Friday, 28 February 2020

Ade Armando Minta Pendukung Jokowi Mengkritik Jokowi Demi Selamatkan Indonesia

ade armando


JAKARTA - Pakar komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando meminta pendukung Jokowi untuk mau mengkritik Jokowi demi menyelamatkan Indonesia. Pernyataan tersebut dinyatakan Ade pada channel YouTube CokroTV dengan judul "Kita Harus Mengkritik Jokowi untuk menyelamatkan Jokowi dan Indonesia".

"Para pendukung Jokowi perlu mengingatkan Jokowi kita perlu mengkritik pemerintah bukan karena benci Jokowi tapi karena mencintai Jokowi," ujar Ade Armando.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Ade berkaitan dengan beberapa kebijakan kontroversi yang muncul pada 4 bulan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Nampaknya ada tanda-tanda mengkhawatirkan dengan nasib Indonesia kalau Jokowi tidak diingatkan," kata Ade.

"Karena itu, sekarang setelah sekitar 4 bulan usia pemerintahan, kita melihat banyak hal yang mengkhawatirkan," ujarnya. Menurut Ade, pemerintahan Jokowi dimulai dengan kekacauan revisi UU KPK yang menimbukan berbagai perlawanan dari masyarakat. Dalam keributan tersebut, pemerintahan Jokowi terlihat tidak bisa melawan kekuasaan di sekitarnya.

"Kita sudah melihat bagaimana presiden tidak sanggup melawan partai-partai koalisi yang membenci KPK," ujar Ade.

Selain mengenai korupsi, persoalan berikutnya adalah tentang Omnibus Law yang dianggap hanya berpihak pada pengusaha dan mengabaikan rakyat. Apalagi dengan kesan tidak transparannya pemerintah dengan proses pembuatan Omnibus Law tersebut.

"Naskah akademik maupun draft RUU ini semula tidak dishare oleh pemerintah kepada publik, media massa, LSM, lembaga kajian sama sekali tidak punya akses" kata Ade.

Omnibus Law, menurut Ade juga mengabaikan hak-hak pekerja perempuan di mana menghapus cuti menstruasi hari pertama, cuti keguguran, upah penuh saat cuti melahirkan, dan lain sebagainya.

"Pasal-pasal itu (hak-hak buruh perempuan) hilang dalam omnibus law, tapi di sisi lain pengusaha semakin diuntungkan," ujar Ade.

Lebih jauh lagi Ade juga menyatakan, bahwa pemerintah kembali membuat blunder di mana dalam draf RUU terdapat pasal yang membolehkan pemerintah mengeluarkan PP untuk mengganti UU.

"Ini jelas melanggar hirarki hukum di Indonesia, Yasonna Laoly kemudian mengoreksinya dengan menyatakan bahwa itu salah ketik" tambahnya.

Beberapa kejadian selama 4 bulan pemerintahan Jokowi tentu membuat langkah pemerintah layak dipersoalkan, sehingga para pendukung Jokowi perlu terbuka mengkritik pemerintahannya.

"Tidak harus mendukung Jokowi dengan cinta buta, namun dengan akal sehat, karena dengan akal sehat negara ini akan selamat," pungkasnya.

Dolar Tembus Rp 14.100, Rupiah Jadi Yang Terlemah se-Asia



JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS sudah menembus level Rp 14.100.

Pada Jumat (28/02/2020) pukul 09:18 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.110. Rupiah melemah 0,57% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya dan menyentuh titik terlemah sejak 2 Desember 2019.

Ketika pembukaan pasar, rupiah sudah melemah 0,14%. Seiring perjalanan, rupiah semakin lemah dan dolar AS berhasil menembus kisaran Rp 14.100.

Seperti halnya rupiah, mata uang utama Asia pun cenderung melemah di hadapan dolar AS. Namun depresiasi 0,57% membuat rupiah menjadi yang terlemah di Asia.

Sunday, 23 February 2020

Jadi Capres Terpopuler, PSI Ajak Masyarakat Jegal Anies Maju Di Pilpres 2024





JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengajak partai politik hingga masyarakat untuk menjegal Anies Baswedan maju dalam Pilpres 2024. Ia beralasan, mantan Menteri Pendidikan itu selama ini hanya gemar memainkan isu populisme agama yang dapat membelah bangsa Indonesia.

Ajakan Antoni tak lepas dari hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Anies sebagai salah satu calon presiden terkuat di antara kepala daerah lainnya.

"Saya ingin mengajak teman-teman partai, maupun masyarakat yang masih pro dengan nasionalisme kita, saya kira harus ada barisan nasional yang secara serius mengadang figur yang terfokus isu populisme ini," kata Antoni dalam jumpa pers Indo Barometer di Hotel Atlet Century, Jakarta, Minggu (23/02/2020).

Ia mengatakan, salah satu ciri populisme agama itu adalah dengan membelah masyarakat dengan isu-isu yang sangat primordial. Antoni pun menyinggung pidato perdana Anies usai dilantik sebagai gubernur yang mengangkat isu pribumi dan non-pribumi.

Tidak hanya karena mengedepankan isu populisme agama, Anies selama menakhodai Ibu Kota juga dianggap hanya bermain retorika tanpa bukti dan kerja nyata.

"Hanya mengemukakan retorika tanpa kerja," klaim Antoni.

Dari hasil survei Indo Barometer, selain menjadi salah satu capres terkuat di kalangan kepala daerah, Anies juga merupakan kepala daerah yang paling populer.

Gubernur DKI itu menjadi calon presiden dengan tingkat pengenalan tertinggi dengan angka 91,7 persen.

Kemudian disusul Ridwan Kamil 65,8 persen, dan Khofifah 55,8 persen. Lalu Tri Rismaharini 49,4 persen, Ganjar Pranowo 47,8 persen, dan Nurdin 10,7 persen.


via cnn

Friday, 21 February 2020

Usulkan Assalamualaikum Diganti Dengan Salam Pancasila, Kepala BPIP Dikecam

yudian


JAKARTA - Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, kembali menyampaikan pernyataan kontroversial di kalangan publik. Yudian mengusulkan agar sebaiknya ucapan Assalamualaikum diganti dengan salam Pancasila.

Pernyataan tersebut langsung mendapat kritikan dari Ketua Presidium Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia, MS Kaban. Mantan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang itu dengan keras mengatakan, usulan BPIP gantikan salam kaum muslimin sudah keterlaluan. Dia meminta BPIP dibubarkan.

"Usulan BPIP gantikan salam kaum muslimin sudah keterlaluan, satu kalimat bubarkan BPIP anti agama. Sejarah menunjukkan yang suka gugat agama khususnya Islam itu jelas-jelas PKI, Komunis anti agama," katanya dikutip dari akun twitternya @hmskaban.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, dan mantan sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu juga turut mengecam pernyataan BPIP. Mereka pun meminta BPIP dibubarkan.

"Lembaga ini memang layak dibubarkan, selain membuat kegaduhan nasional juga berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri," kata Fadli.

"Kata Katua BPIP bahwa musuh besar Pancasila adalah Agama. Kata dia juga sebaiknya assalamualaikum diganti dengan Salam Pancasila. Logika akal sehat dari 2 pernyataan tersebut, justru yang memusuhi agama adalah Pak Yudian/BPIP. Makin jelas. #AssalamuAlaikumWrWbYudian," cuit Said Didu.

Sebelumnya, Yudian menyatakan usulan salam Pancasila itu, karena dia melihat sejak reformasi kalimat salam, seperti selamat pagi digantikan dengan assalamualaikum.

“Kita sudah nyaman dengan selamat pagi karena itu salam nasional, tapi sejak reformasi diganti assalamualaikum di mana-mana. Tidak peduli ada orang Kristen, Hindu hajar saja dengan assalamualaikum,” tegasnya.

Sekarang, menurut Yudian, salamnya ada lima sesuai agama di Indonesia. Menurutnya salam di tempat umum harus menggunakan salam yang sudah disepakati secara nasional.

“Ekstremnya sekarang kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan Salam Pancasila. Saya sependapat,” kata Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam wawancara di detik.com beberapa waktu lalu.


via viva

Thursday, 20 February 2020

Pemerintah Pungut Cukai Dari Kopi Sachet, Jansen : Rakyat Yang Dikorbankan

twit jansen


JAKARTA - Politisi dari Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengkritik kebijakan pemungutan cukai untuk minuman berenergi dan kopi kemasan. Menurut Jansen, kondisi keuangan negara yang sedang krisis membuat rakyat yang menjadi korban.

Hal itu disampaikan oleh Jansen melalui akun Twitter @jansen_jsp. Ia menyindir pemerintahan Jokowi terlalu banyak gaya ingin pindah ibukota dengan anggaran fantastis, padahal keuangan negara sedang sakit kronis

"Kalian bergaya mau pindah ibu kota lah, bangun ini itulah, gaji pengangguran lah dan lain-lain padahal keuangan negara mampet sakit keras," kata Jansen seperti dikutip acehjournalpasific.com, Kamis (20/2/2020).

Terkait kondisi keuangan negara yang sedang krisis, Pemerintah terus menerus mencari cara demi menjaga keuangan. Salah satunya dengan menerapkan cukai untuk minuman berenergi dan kopi kemasan agar pemerintah bisa mendapatkan uang dari rakyat.

"Sampai semua hal dikais-kais, dinaikkan, dipajaki, dicukai agar dapat uang," ungkap Jansen.

Dalam cuitannya, Jansen menyindir Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Jokowi bisa lebih rasional dalam mengambil kebijakan. Sehingga rakyat tidak menjadi korban atas penerapan kebijakan tersebut.

"Mulailah ingatkan pimpinan ibu agar rasional bu Sri Mulyani. Rakyat yang jadi korban!" ucap Jansen.

Wednesday, 19 February 2020

Menko PMK Usulkan Menag Terbitkan Fatwa Orang Kaya Menikah Dengan Orang Miskin

Muhadjir Effendy


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan usulan kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi. Menurut Muhadjir, hal ini bisa mencegah naiknya angka kemiskinan di Indonesia.

Muhadjir menyebut, ada ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan. Di antaranya mencari jodoh yang setara. “Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia.”

Sehingga dirinya menyarankan Menteri Agama membuat fatwa. “Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin," tutur Muhadjir dalam sambutannya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/02/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memaparkan daya angka rumah tangga miskin di Indonesia yang telah mencapai 5 juta keluarga. Dia menyebut meningkatnya angka kemiskinan juga linier dengan meningkatnya penyakit seperti kerdil atau stunting.

"Rumah tangga Indonesia 57.116.000, yang miskin 9,4 persen sekitar 5 juta, kalau ditambah status hampir miskin itu 16,8. persen itu sekitar hampir 15 juta."

Sebagai solusinya, Mantan Mendikbud itu memintan Menag Fahrul Razi untuk menerbitkan fatwa yang mengharuskan orang miskin menikah dengan orang kaya, begitu juga sebaliknya.


via tempo

Khusus Aceh

Nasional

Fokus