Dirut BPJS : Iuran BPJS Naik Tidak Mahal, Cuma Rp5000 Per Hari

fahmi idris


JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menjelaskan mengenai rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Kenaikan iuran ini dikarenakan defisit yang terjadi akibat banyaknya fraud dan tingkat kolektibilitas yang rendah.

Fahmi mengatakan, iuran yang naik dua kali lipat sebenarnya tidak seperti itu narasinya. "Iuran naik dua kali lipat itu ngga seperti itu narasinya. Narasi kelas satu itu kurang lebih Rp 5.000 per hari lho. Kelas dua itu sekitar Rp 3.000 per hari dan kelas tiga ngga sampai Rp 2.000 per hari, kalau kita punya uang Rp 2.000 itu bisa kita taruh per hari," papar Fahmi di Jakarta, Senin (07/10/2019).

Menurut Fahmi, jika mengumpulkan Rp 5.000 per hari atau Rp 3.000 dan menyisihkan Rp 2.000 per hari itu berat bagi masyarakat, maka pemerintah tidak tinggal diam. Menurutnya ada 96,8 juta peserta miskin dan hampir miskin yang dibiayai pemerintah.

"Kita parkir motor kan Rp 2.000 sekali. Rokok paling murah Rp 8.000 per bungkus. Kalau tidak mampu lagi pemerintah akan hadir," kata Fahmi.

Ia mencontohkan, di Korea Selatan itu pembayaran BPJS paling rendah hingga Rp 160.000 dan bahkan ada yang membayar hingga Rp 35 juta.

"Jadi kalau melihat narasi seperti itu seram ya kenaikan dua kali lipat. Itu kan Rp 3.000 per hari jadi Rp 5.000 per hari. Untuk masyarakat miskin dan hampir miskin pemerintah sudah hadir untuk 133 juta," klaim Fahmi.


via cnbc