Bayar Gaji 14 Stafsus Jokowi, Rp 714 Juta Uang Negara Terpakai Tiap Bulan

stafsus


JAKARTA - Jokowi telah menunjuk 14 orang staf khusus untuk membantunya. Para stafsus Jokowi ini pun kemudian juga mendapatkan gaji dari negara.

Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, dan Pembantu Asisten, disebutkan besaran hak keuangan mereka adalah Rp 51 juta. Berdasarkan aturan tersebut, maka per bulan negara mengeluarkan anggaran sekitar Rp 714 juta untuk membayar 14 staf khusus ini.

Sekretaris Kementerian Sekretarian Negara Setya Utama membenarkan gaji untuk para staf ini. "Betul besarannya Rp 51 juta dipotong pajak," katanya lewat pesan singkat, Senin, (2/12/201).

Sementara itu, yang dimaksud hak keuangan dalam Perpres 144 Tahun 2015 adalah pendapatan keseluruhan yang diterima dan sudah termasuk gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. Hal ini tercantum dalam Pasal 5 Perpres itu.

Besaran gaji mereka pun sempat menuai pro kontra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai keputusan Jokowi menunjuk banyak staf khusus ini tidak selaras dengan efisiensi yang kerap disuarakan. "Jadi perangkat dari kepresidenan ini banyak sekali, biayanya juga sangat besar," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan besaran gaji untuk staf khusus ini adalah sesuatu yang normal. Menurut dia, posisi staf khusus setara dengan eselon I di Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, dan Sekretariat Kabinet.

"Eselon satu di lingkungan Sekretariat Kabinet, Sekretariat Negara, Kemenkeu itu, ya, sebegitu (gajinya). Karena itu, kan, ada perpresnya, ada aturan mainnya," klaimnya.


via tempo